Lingkaran di Masjid Kota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan

Lingkaran di Masjid Kota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan

Lingkaran di Masjid Kota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan

Lingkaran itu masih ada saja ketika Solahudin mengelilingi Masjid yang berada di dekat rumahnya, padahal dia merasa sudah memberisihkannya tadi sebelum berangkat kerumah tadinya. Karena ini adalah sebuah misi yang harus dia pecahkan, maka dia harus belajar kepada siapa dia bisa menemukan problematika yang selama ini hadir dalam hidupnya. Dia akan terus berusaha untuk tidak menerbangkan angannya setinggi langit apapun itu karena dia tidak ingin membuat semua orang terkecewakan akan tingkah yang sudah dia perbuat. Dia sudah berjanji akan menjadi penjaga Masjid yang setia kepada siapaun yang meminta bantuan kepadanya. Setiap hari meski tanpa sebuah asupan yang berarti dia masih berusaha agar tidak terjadi konsleting listrik seperti pada malam kemarin. Semua itu Karena dia lalai tidak memasang kabel yang pas kepada generator sehingga mau tidak mau semua lampu yang menyinari desanya mati hingga tidak bisa memberikan penerangan sama sekali. Padahal ini adalah lampu satu satunya dank arena itulah dia akan berusaha membuat semuanya tampak lebih bagus lagi.

Semuanya akhirnya gelap, membuat warga yang ada di Masjid kebingungan mencari sandal alas kaki yang hilang. Bukan hilang sebenarnya tapi tidak terlihat sekali karena mendung juga gelap, bulan tidak mau menampakkan wajahnya bintang bintang juga tampak tenggelam bersama gelapnya awan hitam yang menyinari dunia itu. kini baca semuanya adalah memo yang tidak bisa dipisahkan dari kisah semua manusia yang ada di muka bumi ini. melihat ini Solahudin langsung berbegegas mempersiapkan semuanya, karena dia tidak mau karena kelallainnya semuanya terulang lagi seperti kemarin. Mumpung masih sore belum ada jam 5 sore dia sudah mempersiapkan generator kabel listrik yang akan menyalurkan ke semua lampu di desanya itu. meski hannya menyisakan sebuah ilusi yang terbaik adalah dia tidak akan membuat semuanya semakin sulit justru akan membuatnya semakin mudah dengan memberikan langkah yang terbaik suatu saat nantinya .

Inilah kisah yang ada di Masjid diamana Solahudin menjadi penjaga Masjid yang sampai saat ini dia masih tekuni. Dia sudah ada sepuluh tahun lebih katanya meberikan pelayanan agar Masjid itu tetap bersih seperti dahulu kala. Apalagi ini semuanya hanyalah sebuah impian yang akan dia wujudkan untuk membuat semuanya merasa senang sekali. Kini Solahudin mulai belajar lagi bagaimana agar tidak terjadi kesalahan konsleting seperti kemarin, sampai harus mendatangkan Umar seorang ahli listrik yang memberi tahunya segala sesuatu dtetang listri. Sehingga saat nannti tiba tiba lampu mati Solahudin sudah bisa membenahi nya kembali seperti semuala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *