Pemuda di Blitar Tega Aniaya Saudara Sendiri

Pemuda di Blitar Tega Aniaya Saudara Sendiri. Petugas terpaksa melumpuhkan kaki dua bersaudara tersebut dengan peluru panas karena saat ditangkap di rumahnya keduanya berusaha kabur.
Kepada polisi sutiyono dan tarmudji mengaku sudah dua kali mencuri hewan ternak dua bulan yang lalu kakak – adik ini berhasil mencuri seekor sapi milik warga yang dijual dengan harga 28 juta rupiah.

Menurut kanit reskrim polres blitar iptu sukoco kejahatan keduanya terbongkar setelah warga curiga sebab selama ini kakak adik tersebut tidak punya pekerjaan alias pengangguran karena tiba-tiba memiliki tiga ekor sapi warga curiga dan langsung melapor ke petugas yang berwajib.

Saat ini kedua pelaku diamankan di mapolres blitar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mengaku terpengaruh ilmu hitam seorang pemuda di blitar jawa timur tega menghabisi adik dan melukai ayah kandungnya hingga terluka parah.

triono warga desa sawentar kanigoro blitar terlihat linglung saat diperiksa di mapolres blitar. Ketika diminta menceritakan kronologis pembunuhan sadis kepada adiknya umi latifah dan melukai ayah kandungnya marjan pemuda yang gemar mempelajari ilmu hitam ini mengaku lupa. Ia hanya mengaku tertidur dan tiba-tiba sudah berada di ruang tahanan polres blitar.

pembunuhan ini terjadi malam hari saat korban umi latifah tertidur lelap di kamarnya. Pelaku yang mengaku baru pulang dari sumatra untuk belajar ilmu kekebaraln ini tiba-tiba mengambil pisau dapur dan langsung menusuk adiknya tepat di dadanya. Mendengar suara gaduh murjan yang saat itu tertidur di teras rumah terbangun dan berusaha menolong putrinya.

Seperti kesetanan pelaku ganti menyerang ayahnya dengan pisau yang sama. Akibatnya murjan tersungkur di samping putrinya setelah dihujami tusukan oleh pelaku. Oleh tetangganya murjan segera dilarikan ke rumah sakit saiful anwar malang. Sementara umi latifah tewas seketika setelah kehabisan darah.

Selama ini triono dikenal sering marah setelah mempelajari ilmu hitam. Untuk memastikan kondisi kejiwaannya polisi akan memeriksakan ke dokter jiwa.

Karena tidak memiliki gedung sekolah puluhan siswa madrasah ibtidaiyah negeri blitar di desa gedhog kecamatan sananwetan blitar terpaksa belajar di gubuk. Ironisnya pemkot blitar lepas tangan terhadap persoalan ini dengan alasan di luar tanggungjawabnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *